Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Orang Bunian Menulis Tokoh Sejarah Dalam Sastra: Kasus Tokoh Imam Bonjol Dalam Teater Kenapa Sulit Melindungi Hutan Alam Siberut? Perempuan Minangkabau Dalam Masyarakat Modern Dan Internasional Kebangkitan Penerbit Lokal di Sumatra Barat Awal Abad ke 20:: Daftar Artikel :: |
Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra BaratTukang tulih Zilfannanda, STKamih, 28 Februari 2008 - 11:08 / Al-Hamis, 20 Safar 1429 H Sumatra Barat memiliki banyak sekali kekayaan dan potensi wilayah yang belum banyak di eksplorasi dalam berbagai bidang, baik itu bidang pertanian, pertambangan dan pariwisatanya. Daerah wisata yang dimilikinya belum berkembang secepat seperti tujuan wisata daerah lain di Negara Indonesia. Bukittinggi yang merupakan kota wisata di daerah ini, belum begitu menunjukkan "tajinya" sebagai daerah yang benar-benar menjadi daerah kunjungan wisata dengan karakter yang berbeda dari daerah wisata lainnya. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan daerah Sumatra Barat. Kentalnya budaya yang agamais dan adat-istiadat yang kuat membuat para wisatawan agak sedikit ragu mengunjungi daerah ini, karena biasanya suatu daerah wisata memiliki kehidupan siang-malam yang tidak pernah habis, terlebih lagi sosialisasi dan promosi ke luar daerah dan mancanegara yang sangat kurang. Di daerah kunjungan wisata lain di luar Sumatra Barat, banyaknya club, kafe dan diskotik adalah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Mereka bisa menghabiskan waktunya dengan mendengarkan musik, berdansa dan minum-minuman keras sampai tengah malam di tempat-tempat hiburan itu. Kehidupan bebas juga sangat didambakan para wisatawan, sehingga mereka bisa menghabiskan waktunya terserah apa yang mereka inginkan untuk kesenangan mereka. Para investor juga akan datang bermunculan dengan berbagai fasilitas yang ditawarkan yang memanjakan. keinginan "kebebasan" dari para wisatawan, investor pun datang tidak hanya dari pengusaha-pengusaha besar, tetapi juga pengusaha-pengusaha kecil yang hanya ingin berpikir untuk mendapatkan uang dan keuntungan yang besar dari bisnis mereka. Adat-istiadat yang dulunya berlaku untuk mengatur kehidupan masyarakat supaya teratur, dijadikan cerita dan wisata sejarah yang perlahan-perlahan ditinggalkan dan bisa saja menjadi suatu cerita yang akan dilupakan. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Bagaimana dengan Sumatra Barat? Apakah harus mencontoh yang telah diterapkan daerah lain itu untuk memajukan potensi wisatanya? Dalam teori ilmu menajemen, ada empat faktor yang harus dilakukan untuk pengelolan suatu objek sehingga dapat menjadikan hasil yang baik. Pertama perencanaan, ketika kita akan memulai suatu pekerjaan, kita harus menyiapkan rencana kerja yang matang dan terencana. Langkah-langkah kerja yang kita lakukan harus berdasarkan dari rencana kerja yng kita buat. Dalam rencana kerja, yang perlu kita ketahui dahulu ialah manfaat yang akan didapat dari kerja yang akan kita lakukan dengan menyusun langkah kerja yang akan kita capai, kemudian kita harus membuat dan menyusun waktu kerja, tenaga kerja yang dibutuhkan dan biaya yang akan dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut. Sehingga apabila rencana kerja telah baik, maka hasil kerja yang diinginkan akan mudah dicapai. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Kedua Strategi, langkah yang kita lakukan setelah rencana kerja adalah membuat strategi-strategi untuk menghadapi masalah-masalah yang akan muncul dalam pelaksanaan pekerjaan serta strategi menerapkan metode yang baik supaya pekerjaan cepat diselesaikan dengan hasil yang baik. Dalam strategi ini kita memerlukan dan mengeluarkan berbagai metode-metode untuk mendapatkan suatu kerja yang efektif dan efisien. Strategi yang baik akan terjadi apabila kita banyak mengetahui bermacam metode kerja yang akan kita lakukan terhadap suatu pekerjaan tersebut, dengan cara mengkombinasikan metode-metode itu, strategi yang kita hasilkan adalah strategi yang cemerlang. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Ketiga aksi, banyak sekali orang mulai gagap setelah tiba di faktor ketiga ini. Kebanyakan orang hanya baik dalam berteori, berpendapat dan berwacana, tetapi ketika diimplementasikan, banyak sekali bertentangan dan jauh dengan teori-teori indah yang telah disampaikannya. Kenapa masalah ini terjadi? Dikarenakan teori yang mereka dapatkan hanya berdasarkan hayalan dan hapalan, bukan dari penelitian dan uji coba dari kerja yang telah mereka lakukan. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Keempat evaluasi, dalam faktor ini sangat penting dilakukan. Suatu pekerjaan yang telah selesai dikerjakan harus dilakukan evaluasi terhadap pekerjaan itu, baik atau tidak baiknya suatu pekerjaan tersebut dapat diketahui dari evaluasi. Di sekolah pun, murid-murid sekolah dilakukan evaluasi dari hasil belajar mereka. Kebanyakan yang terjadi di Negara Indonesia, ketika suatu pekerjaan dilakukan evaluasi, banyak sekali lobi-lobi yang dilakukan supaya menjadikan pekerjaan yang telah dilakukan mendapatkan nilai baik, walaupun terkadang pekerjaan yang dilakukan jauh dari rencana yang telah dibuat. Kerjasama negatif antara pembuat kerja dan pelaksana kerja inilah salah satu penyebab yang membuat hasil kerja jauh dari hasil yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Dari empat faktor yang ada dalam teori manajemen, sebenarnya masih ada satu faktor yang dilupakan, yaitu karakteristik. Ketika menerapkan managemen dalam pengelolaan suatu objek, kita harus bisa melihat karakteristik dari lingkungan yang akan kita buat managemennya. Banyak sekali terjadi kebingungan dan kegagalan dari para pengelola suatu objek ketika mereka melupakan faktor ini. Studi banding menjadi sia-sia, karena tidak memperhatikan dan memahami karakteristik daerahnya. Pengelolaan objek di suatu daerah tertentu bisa saja berhasil, tetapi ketika diterapkan di daerah lain sangat jauh dari keberhasilan, karena suatu daerah memiliki karakteristik masing-masing. Pemaksaan untuk menyamakan karakteristik, menjadikan managemen yang telah dibuat tidak akan berjalan dengan yang diharapkan. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Begitu juga dengan pengelolaan kekayaan daerah dan potensi wisata di Sumatra Barat, penerapan yang kita lakukan tidak mesti harus sama dengan daerah lain di luar Sumatra Barat, seperti di Bali dan Yogyakarta. Sumatra Barat sangat berbeda dengan Bali dan Yogyakarta, meskipun persamaan dari daerah ini ada, yaitu memiliki adat-istiadat yang begitu kuat melekat pada masyarakatnya, tetapi falsafah adat-istiadatnya berbeda. Sumatra Barat yang memiliki adat-istiadat begitu kuat dan masyarakatnya yang agamais, harus mencoba untuk mengasah terus apa yang dimiliki daerah ini sebagai potensi wisata. Kehidupan masyarakat yang agamais jangan sampai hilang, adat-istiadat yang berlaku jangan ditinggalkan. Biarkan para wisatawan datang ke daerah ini untuk melihat sesuatu yang berbeda dari daerah ini. Para wisatawan datang ke Sumatra Barat untuk menikmati indahnya alam dan kehidupan sosial masyarakatnya, agar mereka bisa mendapatkan oleh-oleh kenyamanan kehidupan sosial masyarakat Sumatra Barat yang nantinya bisa mereka kenang. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Kalau boleh kita jujur, sebenarnya orang melakukan perjalanan wisata supaya mereka ketika kembali dari tempat wisata jadi lebih tenang setelah aktifitasnya sehari-harinya, jadi tempat wisata yang dikunjungi itu bisa membuat mereka nyaman,damai dan memberi kesan positif mendalam bagi hidup mereka. Zilfannanda, Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumbar Zilfannanda, ST kelahiran Bukiktinggi dan sarjana Teknik Geodesi UGM sekarang bekerja sebagai peneliti Bidang Geodesi di Pemkab Dharmasraya berdomisili di Tarok Dipo, Bukiktinggi Zilfannanda, ST - Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Tulisan hanya dapat dikomentari 7 hari sejak dipublikasikan dan komentar hanya akan ditampilkan selama 7 hari sejak tanggal publikasi tulisan.
|
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |