Kembali ke Nagari: Mimpi yang Tidak Terwujud
Tukang tulih Elfitra Baikoeni
Kamih, 27 Desember 2007 / Al-Hamis, 17 Dhul Hijja 1428 HMimpi orang Minangkabau yang sudah dipendam berpuluh tahun untuk bisa kembali ke nagari akhirnya terwujud setelah kini kita memasuki era otonomi daerah. Akan tetapi setelah konsep “kembali ke nagari” sudah berjalan beberapa tahun, hasilnya tidak jauh berbeda dengan konsep desa pada masa Orde Baru. Tidak maksimalnya pencapaian kemandirian secara ekonomi dan sosial-budaya dalam konsep nagari, disebabkan oleh beberapa hal. Penyebabnya antara lain karena memudarnya solidaritas akibat hilangnya aset komunal (harta pusaka), dan terjadinya krisis kepemimpinan dalam masyarakat di nagari-nagari tersebut.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.ComKembali ke Nagari: Mimpi yang Tidak Terwujud oleh Elfitra Baikoeni