Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat H. Kasoema, Pejuang Pers Tiga Zaman Lustrum Entertainment Anas Nafis Dalam Kenangan: "Referensi" Sumbar Yang Dilupakan Cerita Menangkap Harimau Bung Hatta - Sjafruddin dan PDRI:: Daftar Artikel :: |
Kebangkitan Penerbit Lokal di Sumatra Barat Awal Abad ke 20Tukang tulih SudarmokoRaba'a, 28 November 2007 / Al-Arba'a, 18 Dhul Qada 1428 H Sejarah percetakan buku di Indonesia dimulai pada tahun 1619 ketika pemerintah kolonial Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat kekuasaannya di Hindia Belanda. Namun perkembangan percetakan di daerah ini dimulai dengan kedatangan misionaris Inggris, Medhurst, ke Batavia pada tahun 1828. Ketika misionaris Amerika dan Inggris pindah ke Cina pada tahun 1840-an, percetakan itu ditinggalkan di Singapura dan dimanfaatkan oleh Reverend Keasberry dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (Putten, 1997: 717; Proudfoot, 1993: 13-14). Penerbitan mereka berdua menghasilkan beberapa buku dengan pewarnaan dan edisi yang mewah pada waktu itu.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Kebangkitan Penerbit Lokal di Sumatra Barat Awal Abad ke 20 oleh Sudarmoko |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |