Kebangkitan Penerbit Lokal di Sumatra Barat Awal Abad ke 20
Tukang tulih Sudarmoko
Salasa, 26 Juni 2007 / Ats-Tsalatsa, 10 Jumada Al-Thani 1428 HSejarah percetakan buku di Indonesia dimulai pada tahun 1619 ketika pemerintah kolonial Belanda menjadikan Batavia sebagai pusat kekuasaannya di Hindia Belanda. Namun perkembangan percetakan di daerah ini dimulai dengan kedatangan misionaris Inggris, Medhurst, ke Batavia pada tahun 1828. Ketika misionaris Amerika dan Inggris pindah ke Cina pada tahun 1840-an, percetakan itu ditinggalkan di Singapura dan dimanfaatkan oleh Reverend Keasberry dan Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi (Putten, 1997: 717; Proudfoot, 1993: 13-14). Penerbitan mereka berdua menghasilkan beberapa buku dengan pewarnaan dan edisi yang mewah pada waktu itu.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.ComKebangkitan Penerbit Lokal di Sumatra Barat Awal Abad ke 20 oleh Sudarmoko