Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Bagaimana Kita Menilai PRRI? Rapat Sungai Dareh: Gerakan Daerah Hanya Sebagai Gerakan Moral Dan Koreksi Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Inyiak Canduang dan Sidang Konstituante RI Prosedur Pengangkatan Panghulu Di Minangkabau Tuanku Yang Keramat:: Daftar Artikel :: |
Anwar St. Saidi: Putra Minang Penggagas Bank NasionalTukang tulih SuryadiAkhaik, 05 November 2006 / Al-Ahad, 13 Shawwal 1427 H Orang Minang memang pedagang tulen dari dulu, tapi mereka pakai sistem tradisional: uang dan emas disimpan dalam peti atau karung, disembunyikan di tempat yang aman di kedai atau di rumah. Jarang yang mau berurusan dengan bank dan asuransi. Jika terjadi kebakaran, misalnya, uang dan harta benda mereka bisa licin tandas dilalap "sigulambai", seperti dicatat dalam Kitab Sjair Pasar Kampoeng Djawa Padang terbakar pada 5 Juli 1904 oleh Mohamad Thahar galar Radja Mangkoeta (Padang: De Volharding, 1906): "Habis segala barang dagangan / oeang dan emas beriboe etongan / tidak berapa dapat pertoeloengan / menjadi
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Anwar St. Saidi: Putra Minang Penggagas Bank Nasional oleh Suryadi |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |