
Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Membangun Ranah Minang Filsafat Adat Minangkabau 73 Tahun Wartawan Tua Limpapeh Rumah Gadang Manti Menuik, Maestro Seni Tari Tradisi Minangkabau: Merawat Seni Tradisi Minang dengan Tulus:: Daftar Artikel :: |
Beberapa Masalah Dalam Sistim Kekerabatan MatrilinealTukang tulih Puti Reno Raudha TaibAkhaik, 29 Oktober 2006 / Al-Ahad, 6 Shawwal 1427 H Sistem kekerabatan matrilineal yang dianut dan dipertahankan masyarakat Minangkabau sampai sekarang, selalu disempurnakannya sejalan dengan usaha menyempurnakan sistem adatnya. Terutama dalam mekanisme penerapannya di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peranan seorang penghulu ataupun ninik mamak dalam kaitan bermamak berkamanakan sangatlah penting. Bahkan peranan penghulu dan ninik mamak itu boleh dikatakan sebagai faktor penentu dan juga sebagai indikator, apakah mekanisme sistem matrilineal itu berjalan dengan semestinya atau tidak. Jadi keberadaan sistem ini tidak hanya terletak pada kedudukan dan peranan kaum perempuan saja, tetapi punya hubungkait yang sangat kuat dengan institusi ninik mamaknya di dalam sebuah kaum, suku atau klen.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Beberapa Masalah Dalam Sistim Kekerabatan Matrilineal oleh Puti Reno Raudha Taib |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |