Ranah-Minang.Com
| Depan | Forum Diskusi | Arsip Berita | Kirim Berita | Kirim Tulisan | Info Iklan | Kotak Pos | Lapau Online | Search | Sitemap | Login | Webmail |
Rubrik Berita
Kapalo Kaba Salingka Sumbar Wisata - Budaya Padang Piaman Liputan Khusus DPRD Sumbar Payokumbuah Bukiktinggi - Agam Pasisia Solok Pendidikan - Olahraga Sawahlunto Solok Selatan Mentawai
Lapau Online
Musra Dahrizal Katik & Mangkuto - Tigo Carito Randai
Musra Dahrizal Katik & Mangkuto - Tigo Carito Randai
Harga: Rp 60.000,-
 

Menyelamatkan Kekayaan Bahasa Minangkabau: Tantangan Ahli Bahasa dan Pekamus

Tukang tulih Suryadi
Akhaik, 06 Agustus 2006 / Al-Ahad, 11 Rajab 1427 H


Seperti halnya bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, Bahasa Minangkabau terus berubah. Pengaruh Bahasa Indonesia sudah menyebar jauh ke pelosok daerah di Sumatra Barat, dibawa oleh media audio visual seperti televisi dan radio, 'membengkokkan' lidah generasi muda Minangkabau, yang mulai terbata-bata berkomunikasi dalam bahasa ibunya sendiri. Suka atau tidak suka, Bahasa Indonesia, dan mungkin juga bahasa asing seperti Bahasa Inggris, makin mempengaruhi masyarakat penutur Bahasa Minangkabau. Demikianlah umpamanya, di banyak desa aktivitas budaya tempat menuturkan Bahasa Minangkabau ragam adat makin jarang dipraktekkan. Kalau dulu acara pasambahan menjemput mempelai pria (manjapuik marapulai), misalnya, bisa memakan waktu berjam-jam, dimana kemampuan bersilat lidah benar-benar dipraktekkan, yang penuh dengan mamangan, pepatah, gurindam, pantun, dan idiom-idiom yang penuh metafora, maka sekarang masyarakat cenderung main praktis saja: niat dan maksud disampaikan dalam pembicaraan pendek dalam kalimat-kalimat denotatif, lalu makan, kemudian pulang.



Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.Com

Menyelamatkan Kekayaan Bahasa Minangkabau: Tantangan Ahli Bahasa dan Pekamus oleh Suryadi
Mutiara Hikmah
Jajak Pendapat
Songket Minangkabau
Sponsor
Sponsor
Radio Ranah-Minang.Com
Design oleh Djamboe WebDesign
Hosting pada Djamboe Hosting