Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Bukan Seperti Seminar Biasa Tan Malaka Mau Ke Mana STSI Padang Panjang? Negeri Yang Pertama Di Alam Minangkabau Manfaat Tenaga Putar Kincia Aia: Panumbuak, Pamangua, Pengancua Batu dan Pembangkit Listrik:: Daftar Artikel :: |
Menyelamatkan Kekayaan Bahasa Minangkabau: Tantangan Ahli Bahasa dan PekamusTukang tulih SuryadiAkhaik, 06 Agustus 2006 / Al-Ahad, 11 Rajab 1427 H Seperti halnya bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, Bahasa Minangkabau terus berubah. Pengaruh Bahasa Indonesia sudah menyebar jauh ke pelosok daerah di Sumatra Barat, dibawa oleh media audio visual seperti televisi dan radio, 'membengkokkan' lidah generasi muda Minangkabau, yang mulai terbata-bata berkomunikasi dalam bahasa ibunya sendiri. Suka atau tidak suka, Bahasa Indonesia, dan mungkin juga bahasa asing seperti Bahasa Inggris, makin mempengaruhi masyarakat penutur Bahasa Minangkabau. Demikianlah umpamanya, di banyak desa aktivitas budaya tempat menuturkan Bahasa Minangkabau ragam adat makin jarang dipraktekkan. Kalau dulu acara pasambahan menjemput mempelai pria (manjapuik marapulai), misalnya, bisa memakan waktu berjam-jam, dimana kemampuan bersilat lidah benar-benar dipraktekkan, yang penuh dengan mamangan, pepatah, gurindam, pantun, dan idiom-idiom yang penuh metafora, maka sekarang masyarakat cenderung main praktis saja: niat dan maksud disampaikan dalam pembicaraan pendek dalam kalimat-kalimat denotatif, lalu makan, kemudian pulang.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Menyelamatkan Kekayaan Bahasa Minangkabau: Tantangan Ahli Bahasa dan Pekamus oleh Suryadi |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |