Seorang "Pangeran Aceh" Asal Minangkabau (Cerita Tentang Orang-Orang Kamang Yang Saleh Dan Pemberani)
Tukang tulih Suryadi
Pakan, 05 Agustus 2006 / As-Sabt, 10 Rajab 1427 HSejarah mencatat bahwa banyak faktor yang menyebabkan orang Minang pergi merantau. Di zaman kolonial, orang Minang terpaksa meninggalkan kampung halaman nan dicinto karena dibuang oleh Belanda. Sedikit di antara mereka yang kembali, dan lebih banyak yang berkubur di rantau pembuangan selamanya. Betullah gambaran sebuah pantun Minang: Bukik Putuih Rimbo Kaluang / Dirandang jaguang diaguihsi / Di kida jalan ka kabalai / Tampak galanggang pacu kudo // Ukun putuih badan tabuang / Dipandang kampuang ditangisi / Sadang bansaik badan marasai / Duya dikisai 'rang nan kayo.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.ComSeorang "Pangeran Aceh" Asal Minangkabau (Cerita Tentang Orang-Orang Kamang Yang Saleh Dan Pemberani) oleh Suryadi