Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Kerajaan Pagaruyung Dalam Pandangan Tukang Kaba Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Asal Muasal Memilih Kepala Nagari Manuskrip Minangkabau: Nasibmu Kini Tanah Ulayat Bukan Komoditi:: Daftar Artikel :: |
Riwayat Pengajaran Bahasa MinangkabauTukang tulih SuryadiSanayan, 31 Juli 2006 / Al-Itsnayna, 5 Rajab 1427 H Tulisan Yusrita Yanti (Padang Ekspres, 12-01-2006) dan Sukrawati (Padang Ekspres, 12-02-2006) dan H.A. Sikumbang di Ranah-Minang.Com ini (lihat: H.A. Sikumbang, Sekarangkah Awal Kepunahan Bahasa Minangkabau..?) menarik untuk disimak. Ketiga penulis itu mengkhawatirkan akan punahnya Bahasa Minang. Menurut mereka, generasi muda Minangkabau sekarang sudah kurang akrab lagi dengan bahasa ibunya (mother tongue). Mereka yang dilahirkan di rantau jangan dikata lagi: anak-anak dari pasangan perantau Minang kurang merasakan situasi kampung karena mereka dibesarkan di rantau. Mungkin ada di antara orang tua mereka yang berbahasa Minang di rumah. Tapi lingkungan menghendaki mereka berbahasa lain.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Riwayat Pengajaran Bahasa Minangkabau oleh Suryadi |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |