
Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah Liku-Liku Pemerintahan Nagari Minangkabau Rusli Marzuki Saria: Maestro Sastra dari Sumatra Barat Tan Malaka LKAAM versus MTKAAM:: Daftar Artikel :: |
Pendidikan Anak Nagari Yang TercecerTukang tulih Silfia Hanani, M.SiRaba'a, 05 Juli 2006 / Al-Arba'a, 8 Jumada Al-Thani 1427 H Setelah reformasi bergulir, akses perubahan begitu cepat mendera dibelantara aras sistem Indonesia. Salah satunya terwujudlah otonomi daerah melalui undang-undang No.22 tahun 1999 dan dicerahkan lagi oleh undang-undang No.32 tahun 2004. Secara langsung otonomi daerah telah menghapuskan sistem pemerintahan sentralisme. Di aras lokal bergema pula tuntutan anti pemerintahan desa yang telah bertapak dalam pemerintahan lokal semenjak tahun 1980 melalui undang-undang No.5 tahun 1979. Di Sumatra Barat sebagai akses dari reformasi sistem pemerintahan itu, berlaku kembali pemerintahan nagari menggantikan pemerintahan desa.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Pendidikan Anak Nagari Yang Tercecer oleh Silfia Hanani, M.Si |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |