Anak Pisang Induak Bako
Tukang tulih Anas Nafis
Akhaik, 02 April 2006 / Al-Ahad, 3 Rabi Al-Awwal 1427 HMasa ini, terutama di perkotaan, adat beranak pisang induak bako ini boleh dikatakan sudah menghilang. Penyebabnya antara lain ialah tanah tempat menanam bawaan induak bako seperti anak pohon pisang, bibit kelapa atau pun untuk memelihara ayam-itik maupun sapi dan kambing, boleh dikatakan sudah tidak ada lagi. Zaman telah beralih, musim telah berkisar, kata peribahasa. Namun demikian, inti dari adat baranak pisang barinduak bako ini cukup menarik, karena di Minangkabau dahulu, setiap kelahiran bayi senantiasa diikuti oleh penambahan bahan makanan yang ujung-ujungnya tabungan bagi sang anak.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.ComAnak Pisang Induak Bako oleh Anas Nafis