Ranah-Minang.Com http://www.songketminang.com/
| Depan | Forum Diskusi | Arsip Berita | Kirim Berita | Kirim Tulisan | Info Iklan | Kotak Pos | Lapau Online | Search | Sitemap | Login | Webmail |
Rubrik Berita
Kapalo Kaba Salingka Sumbar Wisata - Budaya Padang Piaman Liputan Khusus DPRD Sumbar Payokumbuah Bukiktinggi - Agam Pasisia Solok Pendidikan - Olahraga Sawahlunto Solok Selatan Mentawai
Lapau Online
H. Mas'oed Abidin - Surau Kito
H. Mas'oed Abidin - Surau Kito
Harga: Rp 30.000,-
 

Anak Pisang Induak Bako

Tukang tulih Anas Nafis
Akhaik, 02 April 2006 / Al-Ahad, 3 Rabi Al-Awwal 1427 H


Masa ini, terutama di perkotaan, adat beranak pisang induak bako ini boleh dikatakan sudah menghilang. Penyebabnya antara lain ialah tanah tempat menanam bawaan induak bako seperti anak pohon pisang, bibit kelapa atau pun untuk memelihara ayam-itik maupun sapi dan kambing, boleh dikatakan sudah tidak ada lagi. Zaman telah beralih, musim telah berkisar, kata peribahasa. Namun demikian, inti dari adat baranak pisang barinduak bako ini cukup menarik, karena di Minangkabau dahulu, setiap kelahiran bayi senantiasa diikuti oleh penambahan bahan makanan yang ujung-ujungnya tabungan bagi sang anak.



Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan
Ranah-Minang.Com

Anak Pisang Induak Bako oleh Anas Nafis
Mutiara Hikmah
Jajak Pendapat
Songket Minangkabau
Sponsor
Sponsor
Radio Ranah-Minang.Com
Design oleh Djamboe WebDesign
Hosting pada Djamboe Hosting