
Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Peranan Hatta Dalam Perhimpunan Indonesia di Belanda Pasar Seni Sumatra Barat Minangkabau Yang Gelisah: Sebuah Catatan Singkat Kembali ke Pemerintah Nagari Serba-Serbi Pariaman "Tempo Doeloe":: Daftar Artikel :: |
Diniyah School Padang Panjang (Pergerakan Perempuan Minangkabau)Tukang tulih Anas NafisRaba'a, 01 Februari 2006 / Al-Arba'a, 2 Muharram 1427 H Jika di jaman penjajahan dulu Kweekschool (Sekolah Raja / Sekolah Guru) Fort de Kock (Bukittinggi) dan kemudian Meisjes Normaalschool (Sekolah Guru sejenis SGA) Padang Panjang menjadi sumber ilmu dan inspirasi pergerakan kaum wanita yang bergabung dalam SKIS (Serikat Kaum Ibu Sumatera), maka pendidikan yang bercorak keagamaan yang dipelopori oleh Rahmah El Yunusiah menjadi sumber ilmu dan inspirasi pula bagi kaum wanita yang bergerak dalam berbagai organisasi keagamaan. Karena besar peranan sekolah ini dalam dunia pendidikan agama dan pergerakan kaum wanita khususnya di Sumatera Barat masa itu, berikut disampaikan secara singkat riwayat sekolah yang dibangun oleh Rahmah El Yunusiah dan masyarakat ini.
Hanya Pelanggan yang dapat mengakses arsip-arsip tulisan Ranah-Minang.Com Diniyah School Padang Panjang (Pergerakan Perempuan Minangkabau) oleh Anas Nafis |
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |