Ranah-Minang.Com
| Depan | Forum Diskusi | Arsip Berita | Kirim Berita | Kirim Tulisan | Info Iklan | Kotak Pos | Lapau Online | Search | Sitemap | Login | Webmail |
Rubrik Berita
Kapalo Kaba Salingka Sumbar Wisata - Budaya Padang Piaman Liputan Khusus DPRD Sumbar Payokumbuah Bukiktinggi - Agam Pasisia Solok Pendidikan - Olahraga Sawahlunto Solok Selatan Mentawai
Lapau Online
Adri Sandra - Agus Hernawan - Sondri BS - Dimensi Kata Tiga Penyair
Adri Sandra - Agus Hernawan - Sondri BS - Dimensi Kata Tiga Penyair
Harga: Rp 20.000,-
Artikel Nan Tabaru
-
Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi)
Tukang tulih Dr. Ismail Novel Angku Rumah Panjang, M.Ag
Jumaik, 09 Mei 2008 / Al-Jum'a, 3 Jumada Al-Ula 1429 H


Masalah kewarisan sudah cukup lama menjadi kontoversi di kalangan ulama Minangkabau. Adalah Ahmad Khatib al-Minangkabawi (w. 1334 H/1916 M.) ulama yang sangat anti terhadap praktek kewarisan yang berlaku di Minangkabau. Adapun yang menjadi sorotan Khatib adalah status harta dan proses pewarisannya yang bertentangan dengan syari’at Islam.

-
Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda
Tukang tulih Adlan Sanur Malin Mudo, M.Ag
Sanayan, 21 April 2008 / Al-Itsnayna, 14 Rabi Al-Thani 1429 H


Berlakunya UU.No 22 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah seakan memberikan angin segar bagi Pemerintahan Daerah. Hal ini telah membuka peluang bagi daerah-daerah tertentu yang memiliki kekhasan budaya untuk kembali melaksanakan sistem pemerintahan terendah yang dimiliki secara turun temurun. Seperti sistem Pemerintahan Marga di daerah Sumatra Selatan, sistem Pemerintahan kampoeng di Aceh dan sistem Pemerintahan Nagari di Minangkabau (baca Sumatra Barat).

-
Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa?
Tukang tulih Drs. Jasman
Sanayan, 24 Maret 2008 / Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Awwal 1429 H


“Sebenarnya ide itu dulu asalnya dari Rudini, lalu Pak Habibie mau mewujudkannya. Disaat saya presentasikan naskah UU No. 22 itu didepan sidang kabinet, Pak Habibie kemukakan usul itu (dengan alasan efisiensi dan stabilitas politik) dan sudah disetujui semua anggota kabinet. Saya sendiri yang tidak setuju dan menjelaskan bahwa kalau itu dilakukan, kita akan mundur ke zaman kolonial. Jadi turun kelas namanya. Lagi pula menghapus 27 propinsi (waktu itu) adalah tidak sederhana. Semua Parpol akan bereaksi negative karena kehilangan kursi. Akhirnya kabinet menerima argument saya. Jadilah propinsi tetap otonom, walau sifatnya terbatas karena Gubernur tetap merangkap sebagai wakil pemerintah pusat”. (SMS Prof. DR. H. M. RYAAS RASYID, MA tanggal 22 Februari 2007 pukul 17.27 WIB kepada Penulis)

-
Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau
Tukang tulih Dr.H. Ismail Novel, Angku Rumah Panjang, M.Ag
Sanayan, 24 Maret 2008 / Al-Itsnayna, 16 Rabi Al-Awwal 1429 H


Masalah kewarisan sudah cukup lama menjadi kontoversi di kalangan ulama Minangkabau. Adalah Ahmad Khatib (w. 1334 H/1916 M.) ulama yang sangat anti terhadap praktek kewarisan yang berlaku di Minangkabau. Menurutnya, harta pusaka di Minangkabau adalah harta haram dan proses pewarisannya secara adat adalah bertentangan dengan agama Islam. Karena, ahli waris menurut agama adalah anak dan isterinya serta orang yang disebutkan secara terperinci dalam hukum faraid, sementara menurut hukum adat adalah kemenakan dan kerabat yang bertalian dengan garis ibu.

-
Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat
Tukang tulih Zilfannanda, ST
Kamih, 28 Februari 2008 / Al-Hamis, 20 Safar 1429 H


Sumatra Barat memiliki banyak sekali kekayaan dan potensi wilayah yang belum banyak di eksplorasi dalam berbagai bidang, baik itu bidang pertanian, pertambangan dan pariwisatanya. Daerah wisata yang dimilikinya belum berkembang secepat seperti tujuan wisata daerah lain di Negara Indonesia. Bukittinggi yang merupakan kota wisata di daerah ini, belum begitu menunjukkan "tajinya" sebagai daerah yang benar-benar menjadi daerah kunjungan wisata dengan karakter yang berbeda dari daerah wisata lainnya.

-
Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang
Tukang tulih Zilfannanda, ST
Pakan, 23 Februari 2008 / As-Sabt, 15 Safar 1429 H


Kehidupan di ranah Minang adalah kehiduan yang penuh dengan kata mufakat untuk menyelesaikan suatu masalah. Dahulu banyak sekali cerita indah yang kita dengar tentang kehidupan sosial orangtua kita di ranah Minang ini. Kehidupan masyarakatnya yang suka gotong-royong, nilai dasar agamanya yang begitu kuat dan keindahan alamnya yang begitu mempesona. Suku Minang sangat berbeda dengan suku-suku lainnya di Indonesia, karena garis keturunannya yang lebih dekat kepada garis Ibu. Sebenarnya kekuatan mendasar dari ranah Minang ini adalah masyarakatnya yang religi dan kepercayaan diri terhadap diri sendiri yang tinggi sekali, walaupun kepercayaan diri yang tinggi itu bisa jadi bumerang bagi kegagalan diri sendiri.

-
Televisi Lokal, Kekuatan Lokal
Tukang tulih Rudi Nofindra, S.Pd
Akhaik, 10 Februari 2008 / Al-Ahad, 2 Safar 1429 H


Keberadaan televisi lokal masih mampu mengikat pebisnis lokal terjun ke industri ini. Padahal, masalah yang bersifat klasik yang selalu menjadi penghambat kinerja pengelola TV lokal. Oleh karena itu, dibutuhkan visi manajerial yang kuat dalam mengelola program yang bermuatan lokal dan bukan hanya sekedar mengandalkan kekuatan financial semata.

-
Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan
Tukang tulih Adlan Sanur Malin Mudo, M.Ag
Salasa, 05 Februari 2008 / Ats-Tsalatsa, 27 Muharram 1429 H


Tanggapan dari tokoh Nasional asal Minangkabau, Prof. Dr. Syafi’i Ma’arif menilai bahwa Syekh M. Djamil Djambek merupakan ulama terkemuka di Minangkabau. "Semua kelebihan yang dimiliki oleh bekas parewa satu ini merupakan aset dan motivasi bagi rakyat Minangkabau dalam menghadapi masa depan yang cerah. Dr. Muhammad Syafi'i Antonio (sumando urang awak) juga mengatakan bahwa jasa Syaikh M. Djamil Djambek atau yang biasa disebut dengan panggilan Inyiak Djambek ini luar biasa dalam membina umat dan membangun suraunya yaitu surau Inyiak Djambek di Pusat Pasar Bukiktinggi.

-
Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
Tukang tulih Nasrul Azwar
Akhaik, 03 Februari 2008 / Al-Ahad, 25 Muharram 1429 H


Dalam banyak hal, pemerintah Indonesia memang selalu telat bertindak, apalagi berpikir. Salah satu buktinya adalah ribut-ribut tentang pembajakan lagu "Rasa Sayange" yang berasal dari Maluku, oleh Pemerintah Malaysia untuk promosi wisatanya, dan lagu dari ranah Minang, "Indang Sungai Garinggiang" yang digunakan tanpa ada penjelasan dalam sebuah iven budaya Asia Festival 2007 di Osaka, Jepang (Singgalang, 27/10/2007).

-
Pasar Seni Sumatra Barat
Tukang tulih Ervan Nanggalo, ST
Jumaik, 01 Februari 2008 / Al-Jum'a, 23 Muharram 1429 H


Sumatra Barat terkenal dengan alam nan elok dan masyarakat yang ramah sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata. Keindahan alam yang menjanjikan sehingga memberikan sajian yang sangat dinikmati baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan macanegara. Sebut saja Bukittinggi sebagai salah satu icon pariwisata Sumatra Barat bahakan termasuk tujuan wisata yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara.

RSS Syndication
Kategori Artikel
-Bahasa Minang
Bagian untuk tulisan-tulisan yang membahas Bahasa Minangkabau
( 8 artikel )
-Budaya Minang
bagian khusus untuk tulisan tentang adat-istiadat dan Budaya Minangkabau
( 72 artikel )
-Bundo Kanduang
Tulisan-tulisan tentang perempuan Minangkabau atau Sumatra Barat
( 18 artikel )
-Cerpen - Carito
Cerpen dan carito-carito masyarakat Sumbar (Ranah Minang)
( 23 artikel )
-Nagari
bagian untuk tulisan yang berhubungan dengan nagari-nagari di Minangkabau
( 10 artikel )
-Palanta
tulisan-tulisan lepas
( 46 artikel )
-PDRI
Tulisan-tulisan khusus tentang Pemerintah Darurat Republik Indonesia
( 4 artikel )
-Pendidikan
bagian untuk tulisan tentang pendidikan di Minangkabau
( 18 artikel )
-Podium
Tulisan-tulisan berbentuk opini, pandangan atau pendapat tentang Sumbar atau Minangkabau
( 62 artikel )
-PRRI
Kategori khusus untuk berita dan tulisan sejarah Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia
( 12 artikel )
-Seni - Sastra - Wisata
( 44 artikel )
-Tambo
Bagian khusus untuk tambo-tambo Minangkabau
( 17 artikel )
-Tokoh
( 39 artikel )
Mutiara Hikmah
Jajak Pendapat
Songket Minangkabau
Sponsor
Sponsor
Radio Ranah-Minang.Com
Design oleh Djamboe WebDesign
Hosting pada Djamboe Hosting