
Bahasa Minang Budaya Minang Bundo Kanduang Cerpen - Carito Nagari Palanta PDRI Pendidikan Podium PRRI Seni - Sastra - Wisata Tambo Tokoh Kewarisan Harta Pusaka di Minangkabau (Kritik Amir Syarifuddin atas Ahmad Khatib al-Minangkabawi) Adat Salingka Nagari dan Generasi Muda Penghapusan Pemerintah(an) Propinsi, Ide Siapa? Memotret Hukum Kewarisan Islam di Minangkabau Managemen Kekayaan Daerah dan Potensi Wisata Sumatra Barat Hilangnya Anak Minang di Ranah Minang Televisi Lokal, Kekuatan Lokal Sjech. M. Djamil Djambek, Tokoh Adat yang Terlupakan Institusi Seni-Budaya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Pasar Seni Sumatra Barat Pengantar Diskusi Bedah Buku "Masih Ada Harapan" Yang Terbesar di Asia Tenggara? Ironi Kemerdekaan dan Bung Hatta Hantu-Hantu Jender 73 Tahun Wartawan Tua:: Daftar Artikel :: |
Amak lah Pasrah Nak…Raba'a, 10 Januari 2007 - 16:47 Al-Arba'a, 20 Dhul Hijja 1427 H Ranah-Minang.Com - Wajahnya kuyu. Pandangannya lebih sering terlihat kosong. Bicaranya kadang tidak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan. Meski lokasi longsor di Sungai Sariak Korong Talao Janiah Kanagarian Kudu Gantiang Kecamatan V Koto Timur Kabupaten Padang Pariaman, dipadati ribuan orang yang menonton proses pencarian korban, namun ibu tua bernama Ani (64), lebih sering terlihat sepi. Dia lebih sering duduk termangu di posko bencana yang didirikan polisi, sekitar 20 meter dari lokasi longsor. Ribuan orang yang lalu lalang di depannya tidak dihiraukan
[Selengkapnya...] Berita hanya dapat dikomentari 14 hari sejak dipublikasikan dan komentar hanya akan ditampilkan selama 14 hari sejak tanggal publikasi berita.
|
|
|
| Depan | Info Iklan | Keanggotaan | Tentang Kami | Redaksional | Disclaimer | Copyright | RSS Service | Sitemap |
© 2004-2006 Ranah-Minang.Com |