Akhaik, 10 Oktober 2004 - 17:36:33
Al-Ahad, 25 Sha'ban 1425 H
Ranah-Minang.Com -
Bagi kalangan anak muda, datangnya Bulan Suci Ramadhan menjadi kegembiraan tersendiri. Ini terkait dengan pelaksanaan tradisi
balimau, yang sering digunakan kalangan muda untuk berduaan di lokasi-lokasi
balimau. Ujungnya,
balimau yang sebenarnya ditujukan untuk menyucikan diri sebelum memasuki Ramadhan, tak jarang justru menjadi ajang berbuat maksiat antara muda-mudi yang memanfaatkan momen.
Nauzubillah.
Dalam terminologi Minangkabau,
balimau merupakan mandi menyucikan diri dengan menggunakan
limau (jeruk nipis), yang dicampur dengan beberapa ramuan alami lainnya. Namun dulunya,
balimau ini dilakukan bukan di tempat pemandian umum, melainkan dilakukan di tempat pemandian pribadi, yang prosesinya lebih mirip dengan mandi wajib dalam Islam. Namun dalam perkembangannya,
balimau kemudian dilakukan di tempat-tempat pemandian umum yang terbuka, dan tentu saja lebih asyik bila dilaksanakan bersama-sama, baik dengan keluarga, saudara, rekan atau bahkan kemudian dengan pacar.
Inilah yang kemudian menjadi tradisi salah kaprah, yang bagi kalangan muda,
balimau justru menjadi kesempatan bagi muda-mudi untuk melakukan perbuatan yang sudah sangat bertentangan dengan tujuan awal
balimau itu sendiri.
[
Salangkoknyo...]