Sanayan, 05 Juni 2006 - 21:32
Al-Itsnayna, 8 Jumada Al-Ula 1427 H
Ranah-Minang.Com - Dalam diskusi panel di sebuah restoran di Padang, Rabu, 31 Mei 2006 lalu, terbentuk tim formatur MTKAAM berjumlah 5 orang (Azwir Dt Rajo Malano, Said Aqil, Irfianda Abidin Dt Pangulu Basa, Amri Mansyur, dan Zamher Baheram). Tim ini bekerja untuk menyosialisasikan MTKAAM (Majelis Tinggi Kerapatan Adat Alam Minangkabau) ke seluruh jorong dan nagari, aparat pemerintahan di Sumatra Barat, Pulau Sumatra, dan juga para perantau Minang.
MTKAAM Telah Gagal Sebagai Majelis Tinggi
Dalam diskusi itu dikatakan, MTKAAM bukan saingan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatra Barat. MTKAAM pernah hidup di ranah Minang ini, namun gagal dalam operasionalnya.
Sumber: www.ranah-minang.com/berita/960.html
Menurut Kamardi Rais Dt Panjang Simulie, Ketua Umum LKAAM Sumatra Barat, Irfianda Abidin seorang yang selalu resah dan gelisah terhadap apa yang ada di depan matanya yang ia rasa belum sesuai dengan pendirian dan sikapnya. Untuk itu ia ingin tampil untuk menyelesaikan, membereskan atau hendak memperbaiki keadaan. Dia amat dinamik dan mencoba menggapai-gapai akar "terjumbai" yang ada di dekatnya.
MTKAAM Telah Gagal Sebagai Majelis Tinggi
Berikut wawancara Ranah-Minang.Com dengan Ketua Umum LKAAM Sumatra Barat Kamardi Rais Dt Panjang Simulie, yang akrab di sapa Pak Datuk, menyangkut sejarah MTKAAM.
MTKAAM Telah Gagal Sebagai Majelis Tinggi