Kamih, 09 Februari 2006 - 01:07
Al-Hamis, 10 Muharram 1427 H
Ranah-Minang.Com -

Salah satu kekayaan tradisi di Minangkabau adalah corak tenun songket. Beragam rupa corak songket berkembang dengan baik di tengah masyarakat tradisi Minangkabau. Beberapa nagari di Minangkabau memiliki kekayaan corak dan rupa songket dan merupakan karya seni yang sangat kaya kadar filosofi, ajaran dan nilai-nilai kehidupan.
Beberapa peneliti pada masa lalu pernah mencatat adanya sekitar 90 (Jaspers, 1912) lebih ragam corak pada kain songket Minangkabau. Corak-corak tersebut sudah jarang ditemui saat ini. Kalaupun ada, hanya sebagian saja dan terbatas pada corak-corak sederhana. Itupun sudah dimodifikasi sesuai dengan kehendak pasar dan massif. Bentuk dan coraknya tidak berkembang. Sementara beberapa corak lainnya hampir hilang terkubur oleh zaman, bahkan tidak dikenal lagi oleh para penenun masa kini.
Corak songket Minangkabau yang telah langka itu (bahkan nyaris punah) kini direvilatisasi oleh Bernhard Bart, 59 tahun, seorang arsitek berkebangsaan Swiss, 10 tahun terakhir sangat intens meneliti corak-corak songket Minangkabau yang lama itu.
Sumber: www.ranah-minang.com/berita.php?lengkap.890
Apa yang telah dilakukan Bernhard Bart memang menakjubkan. Beberapa corak songket Minangkabau yang pernah berkembang dan menjadi simbol-simbol kultural Minangkabau yang penuh ajaran dan nilai kearifan itu, kini telah berhasil dikembangkan, direvitalisasi, dan direplika.
Bernhard Bart: Merevitalisasi Songket Langka Minangkabau
Berikut wawancara Ranah-Minang.Com dengan Bernhard Bart yang dilakukan secara tertulis.
Bernhard Bart: Merevitalisasi Songket Langka Minangkabau