Pakan, 28 Januari 2006 - 20:58
As-Sabt, 28 Dhul Hijja 1426 H
Ranah-Minang.Com - "
Kama da? Pakai taksi se da, dianta sampai ka pintu rumah. Harago bisa ditawar," kata seorang supir taksi berseragam sebuah perusahaan taksi, dengan nada memaksa. Bukan saja kata-kata yang memaksa, dia pun tanpa segan menarik tas dan barang bawaan yang ditenteng di tangan. Dan kata-kata kasar pun akan meluncur dari mulutnya, ketika harga yang ditawarkannya ditawar lagi menjadi lebih murah.
"Menikmati" Taksi Bandara Minangkabau yang Semakin Kurang Ajar