|
|
Artikel Nan Tabaru: Seni - Sastra - Wisata
 |
Tukang tulih Zilfannanda, ST Kamih, 28 Februari 2008 / Al-Hamis, 20 Safar 1429 H
Sumatra Barat memiliki banyak sekali kekayaan dan potensi wilayah yang belum banyak di eksplorasi dalam berbagai bidang, baik itu bidang pertanian, pertambangan dan pariwisatanya. Daerah wisata yang dimilikinya belum berkembang secepat seperti tujuan wisata daerah lain di Negara Indonesia. Bukittinggi yang merupakan kota wisata di daerah ini, belum begitu menunjukkan "tajinya" sebagai daerah yang benar-benar menjadi daerah kunjungan wisata dengan karakter yang berbeda dari daerah wisata lainnya.
|
 |
Tukang tulih Ervan Nanggalo, ST Jumaik, 01 Februari 2008 / Al-Jum'a, 23 Muharram 1429 H
Sumatra Barat terkenal dengan alam nan elok dan masyarakat yang ramah sehingga memberikan daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata. Keindahan alam yang menjanjikan sehingga memberikan sajian yang sangat dinikmati baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan macanegara. Sebut saja Bukittinggi sebagai salah satu icon pariwisata Sumatra Barat bahakan termasuk tujuan wisata yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara.
|
 |
Tukang tulih Elfitra Baikoeni Jumaik, 14 Desember 2007 / Al-Jum'a, 4 Dhul Hijja 1428 H
|
 |
Tukang tulih Nurul Fahmi Kamih, 20 September 2007 / Al-Hamis, 8 Ramadan 1428 H
Menjadi tua atau mati adalah satu tahapan yang tak mungkin dihindari oleh yang hidup. Seperti halnya kehidupan, setiap orang akan mempunyai apresiasi yang berbeda dalam menyambut kematiannya. Ada yang hanya berdoa saja. Ada yang hanya berbaring saja. Ada yang tenang-tenang saja, nyaris lupa. Bahkan ada yang bengong tidak tahu mesti mengapa. Tapi ada juga yang begitu sibuk mencubit kenangan ketika mengetam harapan dan menyemai impian lalu itu. Meski kemudian yang terlihat hanya satire atau mungkin juga ironi; kesibukan tuk sekedar melepaskan diri dari ketakutan akan kematian.
|
 |
Tukang tulih Nurul Fahmy Salasa, 04 September 2007 / Ats-Tsalatsa, 21 Sha'ban 1428 H
Dari tanggal 21 Agustus hingga 1 September 2007 ini saja, setidaknya ada 14 naskah yang dimainkan oleh 15 kelompok teater dalam rangkaian Festival Teater Sumbar 2007 di Gedung Teater Taman Budaya Sumatera Barat. Tiga belas di antaranya adalah kelompok teater yang ada di provinsi ini: Satu kelompok (Teater Dayung Dayung) mementaskan “Tribute to A. Alin De” Drama Penghabisan naskah/sutradara karya A. Alin De—Almarhum meninggal dunia tiga hari sebelum garapannya dipentaskan—dua belas lainnya adalah peserta festival. Dua kelompok lagi adalah guest-star exhibition (parami alek), satu dari Batam dengan Teater Rumahitam yang mengusung lakon Adegan-adegan yang Tak Selesai di Rumahitam, dan satunya lagi dari Jakarta, Teater Keliling dengan Komidi Don Juan.
|
|
|