|
|
Artikel Nan Tabaru: PRRI
 |
Tukang tulih H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie Akhaik, 20 Agustus 2006 / Al-Ahad, 25 Rajab 1427 H
Waktu tuntutan itu dicetuskan di Padang, yang dipopulerkan pers ultimatum, Presiden Soekarno sedang tetirah di luar negeri (Tokyo).
|
 |
Tukang tulih H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie Pakan, 19 Agustus 2006 / As-Sabt, 24 Rajab 1427 H
Berselang waktu satu bulan, 8 Januari-8 Februari 1958 ternyata persoalan tanah air semakin kusut. Sudah nampak blokade terhadap daerah-daerah bergolak, Sumatra dan Sulawesi Utara pada umumnya. Hubungan udara Jakarta ke daerah bergolak ditutup. Begitu juga hubungan laut dihentikan. Satu-dua orang dari Jakarta ke Padang ada yang jalan darat Jakarta-Lampung-Palembang. Kemudian dengan susah payah mencapai Padang dan Bukittinggi. Sebagian yang sudah pulang kampung tak hendak kembali ke Jawa, baik orang-orang sipil dan militer.
|
 |
Tukang tulih H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie Kamih, 17 Agustus 2006 / Al-Hamis, 22 Rajab 1427 H
Pada penghujung tahun 1957 itu, para tokoh politik nasional yang beroposisi dengan Presiden Soekarno dan Djuanda banyak yang hengkang dari Jakarta.
|
 |
Tukang tulih H. Kamardi Rais Dt. P. Simulie Raba'a, 16 Agustus 2006 / Al-Arba'a, 21 Rajab 1427 H
Sebagai jalan ke luar dari kemelut tanah air pada waktu itu, maka oleh Presiden Soekarno dan PM Djuanda diadakan Munas (Musyawarah Nasional) di Jakarta. Munas juga dimaksudkan untuk merekat dan memposisikan kembali Dwi Tunggal Soekarno-Hatta yang sudah menjadi Dwi Tanggal.
|
 |
Tukang tulih Kamardi Rais Dt. P. Simulie Salasa, 15 Agustus 2006 / Ats-Tsalatsa, 20 Rajab 1427 H
Pada penghujung tahun 1957 situasi tanah air semakin panas. Seakan-akan bara api yang siap nyala membakar daun-daun kering yang berserakan di persada tanah air. Belum setahun gerakan-gerakan daerah mengambilalih jabatan Gubernur Sumatra Tengah oleh Ketua Dewan Banteng Ahmad Husein dari tangan Gubernur sipil Ruslan Muljohardjo, (20 Desember 1956) Gubernur Sumatra Utara St. Komala Pontas diambilalih oleh Simbolon (22 Desember 1956). Kolonel Simbolon kemudian didaulat oleh Letkol Djamin Ginting. Gubernur Sumatra Selatan Winarno oleh Panglima Barlian (9 Maret 1957).
|
Arsip: PRRI  | Meletusnya PRRI Tukang tulih Anas Nafis dimasuakan : Jumaik, 19 Agustus 2005 / Al-Jum'a, 14 Rajab 1426 H |
|
|